Thursday, July 14, 2022

Dilema fulltime house wife.. fulltime mother..


 Bismillah,

 

menjadi full ibu rumah tangga sebenernya sudah jadi cita-cita jadi jaman baheula selagi masih gadis.. Bahkan mimpi itu pernah tegas dan jelas saya tulis dalam sebuah portal media online eramuslim, salah satu platform yang jadi wadah menulis ketika media sosial belum semarak seperti sekarang,

Bisa diliat di sini ya..

Terkadang, kita menjadi goyah atau ragu dengan pilihan kita jika ada opini-opini di sekitar yang memberkian pandangan berbeda tentang menjadi ibu rumah tangga yang thok thok ngurusin rumah, suami, dan anak-anak thok.. Ngga nyambi dagang online atau pun nyari penghasilan lain dari luar.. Kadang paitnya lagi kalau ditanya, 

"Kalau suamimu meninggal duluan gimana? Kamu loh ga punya penghasilan dari mana-mana?"

Kalau lagi bebenah, pikiran saya suka travelling, kadang juga ngobrol sama diri sendiri, eh iya gimana dong ya.. Dan kalau lagi ngobrol sama diri sendiri gitu mah kita ngrasanya lagi ngobrol sama diri sendiri ya, padahal kalau direnungkan, pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan itu, lang sung dapat pencerahan yang sebenernya datang darimana coba? Yap.. dari Allah.. bener bangett..Allah yang membisikkannya ke dalam hati kita.. bener apa bener?

Dari pertanyaan "Kalau suamimu meninggal duluan gimana? Kamu loh ga punya penghasilan dari mana-mana?" saya ketemu dengan jawaban kayak gini,

Kalau pada saatnya Allah takdirkan suami meninggal duluan, dan saya yang kemudian harus mengambil alih tanggung jawabnya.. Ya mulai saja pada saat itu, mulailah pada saat waktu itu datang. Selagi kita mau ikhtiyar, kita ngga lepas do'a, insyaa Allah pertolongan Allah itu dekat. Dan untuk sekarang ini, seberapapun materi yang dihasilkan dari ikhtiyar Suami, maka yakinilah kalau itu cukup bagi kami sekeluarga.. Dalam rumah tangga kami, pintu nafkah hanya melalui ikhtiyar suami, maka lewat situlah rezeki dari Allah akan lewat.. Kalaupun saya berpenghasilan dan membuka pintu lain, maka rezeki itu akan melalui dua pintu, jumlah dan nilainya akan tetap sama sebagaimana rezeki yang sudah Allah tetapkan untuk kami sekeluarga.. Maka saya pun makin mantap dengan apa yang sudah saya jalani selama hampir sepuluh tahun pernikahan kami.

 Fokus menjalankan amanah suami untuk dirinya, hartanya, dan anak-anaknya.. 

Fokus pada kesibukan untuk menyempurnakan peran-peran yang sepertinya selalu membuituhkan evaluasi dan koreksi tersebut..

Fokus pada tugas-tugas yang cuma emak-emak kayak saya yang paham hehe

bismillah, rezeki tidak selalu bernilai materi kan ya, kesehatan yang baik, pasangan yang beriman, bertalwa, yang taat, yang sholih, anak-anak penyejuk mata dan hati, rumah tangga yang adem ayem, kebersamaan dalam menyelesaikan ujian-ujian dari Allah.. Maasyaa Allah.. ngga keitung materi itumah yah.. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimussholihat..


Friday, June 24, 2022

Musim Semi 2022

Bismillah..

Setelah beberapa hari lalu disibukkan dengan kerempongan ngana ngini nganu mempersiapkan souvenir kenang-kenangan untuk gurunya Hamzah, dan santri-santrinya Abu Hamzah.. tibalah hari ini, tibalah perayaan ini.. Yap.. Rapotan.. Hehe

Momen rapotan bagi Ummi tahun ini sepertinya jadi penyemangat baru, mood booster baru. Kenapa? Ya karena sebagai keluarga yang dari awal sudah tidak menjadi bagian untuk yang melakukan selebrasi apapun kecuali hari raya idul fitri, idul adha, walimatul 'ursy dan yang semisal, momen rapotan jadi waktu yang sepertinya afdol untuk dijadikan momen untuk berbagi hadiah. Seru aja gitu rasanya..

Nah, itu bukan intinya, itu cuma komplemennya aja, pemanis aja, atau penambah keseruan Rapotan Day aja.

Intinya adalah ketika menerima Rapot itu sendiri..

Hari ini, setelah urusan domestik selesai, Ummi meluncur ngemotor sendiri nyusul Abu Hamzah yang sudah jalan duluan karena ada santrinya mau ambil raport nya pagi.
Bismillah,
Sepanjang jalan ngomong sendiri dalam hati,
Ya Allah.. jaga hatiku.. lapangkan hatiku.. untuk bisa dengan bijak menerima apapun yang akan disampaikan Ustadzahnya Hamzah nanti..
Ya Allah.. bimbing lisanku.. untuk kemudian tidak perlu mengatakan apapun kecuali yang menyejukkan hati..
Allah.. jadikan hari ini mudah.. jadikan hari indah.. 

Singkat cerita, setelah drama Hamzah dan salah satu temannya beberapa hari lalu yang sempet bikin "ganjel" di hati, 

Hari ini melalui lisan Ustadzah - ustadzahnya Hamzah,  review singkat Hamzah selama satu semester ini seperti jadi angin yang Allah ciptakan untuk menyampaikan kabar gembira (yakni turunnya hujan), begitu pula kalimat demi kalimat dari Ustadzah menjadi kabar gembira yang menyejukkan hati ini.. Maasyaa Allah.. Hati ini penuh sesak dengan rasa haru sampai air mata ngga ketahan lagi untuk mengalir. Maasyaa Allah nikmatnya... 

Semoga Allah selalalu menaungi kita dengan kasih sayangnya, dengan rahmatnya, 
Semoga Allah selalu menghadirkan nikmatnya berada dalam keluarga yang penuh sakinah, ma waddah, wa rahmah dengan anak-anak sholih sholihah yang senantiasa menjadi penyejuk mata dan hati kita..

Rabli habli minassholihiin






Ketika Ummi meninggal nanti...

Bismillah,

Pada suatu malam ketika kami lagi santai rebahan, terdengarlah sayup-sayup "halo-halo" dari mushollah dekat rumah yang mengabarkan berita duka cita.. Mayit yang meninggal dikabarkan usianya masih 30tahun ++.. tidak jauh dengan usia Ummi pada saat ini,

Ummi dan Hamzah yang sama-sama lagi menyimak siaran halo-halo pun berdiskusi ringan,
Ummi: "Bang.. itu yang meninggal usianya ngga jauh beda sama Ummi lho.. Kalau sebentar lagi Ummi meninggal, abang gimana bang?"

Sambil menatap langit-langit kamar, dan telentang meletakkan kedua tangan di atas kepalanya Hamzah menjawab, "Hmm.. Itu artinya Allah tau kalau Hamzah sudah siap hidup tanpa Ummi.."

Maasyaa Allah Nak... Semoga keimanan dalam hatimu tertancap kokoh ya Nak.. kita memang punyanya Allah, apa pun rencana Allah kita harus selalu berusaha untuk ikhlas ya Nak..

Semoga Allah selalu menyayangi dan menjaga Hamzah dimanapun Hamzah berada.. Amin Yaa Rabbal'alamin

Monday, December 20, 2021

Cerita di separuh Al Muthafifin Bunda

 Tiba-tiba saja rasanya seperti tergores.. oh tidak.. tertusuk mungkin ya.. tidak terlalu dalam sih, tapi lumayan menyakitkan. Dan lebih pedih lagi karena yang melakukannya bukan orang lain, tapi sama anak sendiri. Apa deh? Apaan sih?

Iya. Lagi baper sama anak sendiri. Kok bisa? PMS ya?

Engga. Fix yakin seyakin-yakinnya ini bukan PMS. Jadi bukan pengaruh hormon, emang rasanya sedih beneran ini..

Ceritanya beliau lagi kuajak ziyadah (nambah hafalan ayat) QS Abasa. Etapi belio menolak karena emaknya yang receh ini belum selesai hafalan QS Al Muthafifin which is lower than his level. Dia nyuruh emaknya selesein QS Al Muthafifin dulu ceunah.. beuh.. entah kok JLEB beneran.. Menohok sampe rasanya sesek banget.. spontan langsung ngerasa yang hina banget buat ngajarin anak sendiri.. spontan yang langsung paranoid sendiri, yaa Allah, jangaan sampe ini anak jadi sombong dan songong karena merasa leih hebat dari emaknya. Naudzubillah..

I spent a lot of time crying. Talking to myself. Ya Allah.. Ini apaaa?

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah

Apa ini sebuah pecut buat emak buat 

"yak,,ini saatnya.."

"Gw bisa kok hafidz qur'an juga walopun udah tua." Semacam kayak mau ngebuktiin diri

At the same time saya berdo'a

"Yaa Allah.. Bimbing kami dalam niat.. Luruskan niat kami ya Allah..

Jauhkanlah kami dari fitnah para penghafal Al Qur'an  yang hanya mengejar dunia

JadikanAl Qur'an sahabat kami yang kelak akan menemani kami di alam kubur nanti,

Jadikan ia syafa'at bagi kami.. Mudahkan kami dalam mengfhafal, memahami, memenarkan, dan mengamalkannya yaa Allah..

Jadikan anak-anak kami, jadikan keturunan-keturunan kami shabat-sahabat Al Qur'an yang Engau ridhai yaa Allah.. Bimbing langkah kami yaa Allah.. Amin Ya Rabb.."

Friday, December 17, 2021

Semua Tak Sama

Tidak semua orang memiliki kerangka berpikir yang sama,

Tidak semua orang memiliki pengalaman yang sama,

Tidak semua orang harus memiliki penilaian yang sama tentang sesuatu,

Tidak semua hal perlu dijelaskan,

Tidak semua hal perlu ditanggapi,

Tentang apa yang orang lain katakan tentang dirimu, dan itu mengganggumu, maka berhentilah sejenak kemudian renungkan..

Thursday, December 9, 2021

Iqob Perdana Ananda


Bismillah, 
Hari ini Ummi dapat pesan gambar dari Abi yang masih berada di Kuttab. langsung nyess rasanya. Baru semalam Hamzah dapat kuliah panjang dari Abi dan Ummi perihal evaluasi adab, loh kok paginya malah kena iqob dari Ustadzah. Astaghfirullah
Ummi kembali merenung, kenapa ya?
Adakah Ummi kurang berdo'a?
Adakah Ummi kurang dalam beramal sholih?
Adakah Ummi kurang dalam bangun malam dan mendirikan shalat?
Atau Ummi terlalu banyak melakukan perbuatan maksiat dan jarang beristighfar?
Astaghfirullah, ampuni dosa-dosa kami yaa Allah

 
Hamzah pulang nanti, insyaa Allah Ummi janji tidak akan ngomel. Ummi mau peluk Hamzah dan minta ma'af saja. Apa yang Hamzah hadapi saat ini, sedikit banyaknya pasti ada peran Ummi di situ.  Ummi akan dengerin kalau Hamzah mau cerita sama Ummi. Hamzah sudah cukup banyak mendapat nasihat hari ini. Dari Abi sudah pasti, dari Ustadzah, dan dari Ustadz Fadlan. Tugas Ummi kali ini hanya menyempurnakannya dengan do'a. Semoga Allah lembutkan hati Hamzah untuk menerima nasihat, Allah mudahkan Hamzah untuk tidak kembali mengulangi pelanggaran adab yang akhir-akhir ini Hamzah lakukan, semoga Allah senantiasa menyayangi Hamzah dan membimbing Hamzah dalam mempelajari ilmu dimanapun Hamzah berada. Amin ya Mujibassailin.

Allohu'alam

 

Friday, July 30, 2021

Hello (again)

 Bismillah,


Tergerak untuk menulis lagi, saya kembali membuka portal ini. Melihat kembali satu demi satu tulisan-tulisan yang pernah saya tulis beberapa tahun yang lalu.. Receh banget ternyata yaa wanita yang satu ini.. hehe

Maasyaa Allah..waktu bergerak sangat cepat ya.. sekarang saya sudah 33 tahun. Jika mengikuti usia Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam itu artinya kuota hidup saya sudah terpakai separo lebih.  Sisanya mau ngapain nih? Astaghfirullah.. berat ya bund pertanyaannya.. Saya sih berazzam ingin mengoptimalkannya, bermohon pada Allah supaya jauh dari kesia-siaan, sebaliknya memiliki banyak kebermanfaatan. Rasanya sedih, pingin nangis, betapa waktu muda saya banyak dihabiskan dalam hal yang sia-sia. Ya sudahlah yah.. melihat ke depan  saja mulai sekarang


Dilema fulltime house wife.. fulltime mother..

 Bismillah,   menjadi full ibu rumah tangga sebenernya sudah jadi cita-cita jadi jaman baheula selagi masih gadis.. Bahkan mimpi itu pernah ...